Kamis, 31 Oktober 2013

Perusahaan Yang Melanggar Etika Bisnis

Perjalanan obat nyamuk bermula pada tahun 1996, diproduksi oleh PT Megasari Makmur yang terletak di daerah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. PT Megasari Makmur juga memproduksi banyak produk seperti tisu basah, dan berbagai jenis pengharum ruangan. Obat nyamuk HIT juga mengenalkan dirinya sebagai obat nyamuk yang murah dan lebih tangguh untuk kelasnya. Selain di Indonesia HIT juga mengekspor produknya ke luar Indonesia.

Obat anti-nyamuk HIT yang diproduksi oleh PT Megarsari Makmur dinyatakan ditarik dari peredaran karena penggunaan zat aktif Propoxur dan Diklorvos yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia. Departemen Pertanian, dalam hal ini Komisi Pestisida, telah melakukan inspeksi di pabrik HIT dan menemukan penggunaan pestisida yang menganggu kesehatan manusia seperti keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.

HIT yang promosinya sebagai obat anti-nyamuk ampuh dan murah ternyata sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur tetapi juga Diklorvos (zat turunan Chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia). Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Selain itu, Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan melaporkan PT Megarsari Makmur ke Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya pada tanggal 11 Juni 2006. Korbannya yaitu seorang pembantu rumah tangga yang mengalami pusing, mual dan muntah akibat keracunan, setelah menghirup udara yang baru saja disemprotkan obat anti-nyamuk HIT.

ANALISIS :
Dalam perusahaan modern, tanggung jawab atas tindakan perusahaan sering didistribusikan kepada sejumlah pihak yang bekerja sama. Tindakan perusahaan biasanya terdiri atas tindakan atau kelalaian orang-orang berbeda yang bekerja sama sehingga tindakan atau kelalaian mereka bersama-sama menghasilkan tindakan perusahaan. Jadi, siapakah yang bertanggung jawab atas tindakan yang dihasilkan bersama-sama itu?
Pandangan tradisional berpendapat bahwa mereka yang melakukan secara sadar dan bebas apa yang diperlukan perusahaan, masing-masing secara moral bertanggung jawab.
Lain halnya pendapat para kritikus pada pandangan tradisional, yang menyatakan bahwa ketika sebuah kelompok terorganisasi seperti perusahaan bertindak bersama-sama, tindakan perusahaan mereka dapat dideskripsikan sebagai tindakan kelompok, dan konsekuensinya tindakan kelompoklah, bukan tindakan individu, yang mengharuskan kelompok bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Kaum tradisional membantah bahwa, meskipun kita kadang membebankan tindakan kepada kelompok perusahaan, fakta legal tersebut tidak mengubah realitas moral dibalik semua tindakan perusahaan itu. Individu manapun yang bergabung secara sukarela dan bebas dalam tindakan bersama dengan orang lain, yang bermaksud menghasilkan tindakan perusahaan, secara moral akan bertanggung jawab atas tindakan itu.
Namun demikian, karyawan perusahaan besar tidak dapat dikatakan “dengan sengaja dan dengan bebas turut dalam tindakan bersama itu” untuk menghasilkan tindakan perusahaan atau untuk mengejar tujuan perusahaan. Seseorang yang bekerja dalam struktur birokrasi organisasi besar tidak harus bertanggung jawab secara moral atas setiap tindakan perusahaan yang turut dia bantu, seperti seorang sekretaris, juru tulis, atau tukang bersih-bersih di sebuah perusahaan. Faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan yang meringankan dalam organisasi perusahaan birokrasi berskala besar, sepenuhnya akan menghilangkan tanggung jawab moral orang itu.
Kita mengetahui bahwa Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Dari kasus diatas terlihat bahwa perusahaan melakukan pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran perusahaan besarpun berani untuk mmengambil tindakan kecurangan untuk menekan biaya produksi produk. Mereka hanya untuk mendapatkan laba yang besar dan ongkos produksi yang minimal. Mengenyampingkan aspek kesehatan konsumen dan membiarkan penggunaan zat berbahaya dalam produknya . dalam kasus HIT sengaja menambahkan zat diklorvos untuk membunuh serangga padahal bila dilihat dari segi kesehatan manusia, zat tersebut bila dihisap oleh saluran pernafasan dapat menimbulkan kanker hati dan lambung.
Dan walaupun perusahaan sudah meminta maaf dan juga mengganti barang dengan memproduksi barang baru yang tidak mengandung zat berbahaya tapi seharusnya perusahaan jugamemikirkan efek buruk apa saja yang akan konsumen rasakan bila dalam penggunaan jangka panjang. Sebagai produsen memberikan kualitas produk yang baik dan aman bagi kesehatan konsumen selain memberikan harga yang murah yang dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya.

Penyelesaian Masalah yang dilakukan PT.Megasari Makmur dan Tindakan Pemerintah
Pihak produsen (PT. Megasari Makmur) menyanggupi untuk menarik semua produk HIT yang telah dipasarkan dan mengajukan izin baru untuk memproduksi produk HIT Aerosol Baru dengan formula yang telah disempurnakan, bebas dari bahan kimia berbahaya. HIT Aerosol Baru telah lolos uji dan mendapatkan izin dari Pemerintah. Pada tanggal 08 September 2006 Departemen Pertanian dengan menyatakan produk HIT Aerosol Baru dapat diproduksi dan digunakan untuk rumah tangga (N0. RI. 2543/9-2006/S).Sementara itu pada tanggal 22 September 2006 Departemen Kesehatan juga mengeluarkan izin yang menyetujui pendistribusiannya dan penjualannya di seluruh Indonesia.

Undang-undang
Jika dilihat menurut UUD, PT Megarsari Makmur sudah melanggar beberapa pasal, yaitu :
  1. Pasal 4, hak konsumen adalah :
Ayat 1 : “hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa”.
Ayat 3 : “hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa”.
PT Megarsari tidak pernah memberi peringatan kepada konsumennya tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam produk mereka.Akibatnya, kesehatan konsumen dibahayakan dengan alasan mengurangi biaya produksi HIT.
  1. Pasal 7, kewajiban pelaku usaha adalah :
Ayat 2 : “memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan”
PT Megarsari tidak pernah memberi indikasi penggunaan pada produk mereka, dimana seharusnya apabila sebuah kamar disemprot dengan pestisida, harus dibiarkan selama setengah jam sebelum boleh dimasuki lagi.
  1. Pasal 8
Ayat 1 : “Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan”
Ayat 4 : “Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2) dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran”
PT Megarsari tetap meluncurkan produk mereka walaupun produk HIT tersebut tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku bagi barang tersebut.Seharusnya, produk HIT tersebut sudah ditarik dari peredaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tetapi mereka tetap menjualnya walaupun sudah ada korban dari produknya.
  1. Pasal 19 :
Ayat 1 : “Pelaku usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan”
Ayat 2 : “Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/atau jasa yang sejenis atau setara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”
Ayat 3 : “Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi”
Menurut pasal tersebut, PT Megarsari harus memberikan ganti rugi kepada konsumen karena telah merugikan para konsumen.

Tanggapan :

PT. Megarsari Makmur sudah melakukan perbuatan yang sangat merugikan dengan memasukkan 2 zat berbahaya pada produk mereka yang berdampak buruk pada konsumen yang menggunakan produk mereka. Salah satu sumber mengatakan bahwa meskipun perusahaan sudah melakukan permintaan maaf dan berjanji menarik produknya, namun permintaan maaf itu hanyalah sebuah klise dan penarikan produk tersebut seperti tidak di lakukan secara sungguh –sungguh karena produk tersebut masih ada dipasaran.
Pelanggaran Prinsip Etika Bisnis yang dilakukan oleh PT. Megarsari Makmur yaitu Prinsip Kejujuran dimana perusahaan tidak memberikan peringatan kepada konsumennya mengenai kandungan yang ada pada produk mereka yang sangat berbahaya untuk kesehatan dan perusahaan juga tidak memberi tahu penggunaan dari produk tersebut yaitu setelah suatu ruangan disemprot oleh produk itu semestinya ditunggu 30 menit terlebih dahulu baru kemudian dapat dimasuki /digunakan ruangan tersebut.
Melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan pada dasarnya boleh dilakukan asal tidak merugikan pihak mana pun dan tentu saja pada jalurnya. Disini perusahaan seharusnya lebih mementingkan keselamatan konsumen yang menggunakan produknya karena dengan meletakkan keselamatan konsumen diatas kepentingan perusahaan maka perusahaan itu sendiri akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena kepercayaan / loyalitas konsumen terhadap produk itu sendiri.

Selasa, 08 Oktober 2013

CSR yang dilakukan oleh PT INKA

CSR yang dilakukan oleh PT INKA

Corporate Social Responsibility atau yang biasa dikenal dengan sebutan CSR adalah suatu bentuk program perusahaan yang berkaitan dengan tanggung jawab atau suatu wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.  Kelangsungan hidup perusahaan tidak cukup hanya ditentukan oleh banyaknya profit yang dapat dihimpun oleh perusahaan dalam setiap tahunnya.  Lingkungan / masyarakat juga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan, tergantung dari tingkat sensitifitas lingkungan / masyarakat tersebut terhadap perusahaan.  Manajemen perusahaan harus peka terhadap tingkat sensitifitas lingkungannya.  Kepedulian dan kepekaan manajemen perusahaan terhadap hal-hal yang terkait dengan lingkungan atau masyarakat di sekitar perusahaan akan sangat membantu dalam menjaga kelangsungan hidup perusahaan.  CSR harus dilaksanakan secara efektif guna mencegah terjadinya benturan kepentingan antara perusahaan dengan lingkungannya.  Pengelolaan CSR yang tidak tepat sangat berpotensi menimbulkan konflik antaranya perusahaan dengan linkungan / masyarakat.  Hal ini tentu sangat tidak diinginkan oleh perusahaan karena akan menimbulkan Social Cost yang tinggi, yang pada akhirnya akan mengganggu terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
Dalam menjalankan fungsi CSR, PT INKA (Persero) telah menetapkan program-program sebagai berikut :
1. Bantuan Bencana Alam.
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap hal-hal yang terkait dengan bencana alam.  Bantuan dapat berupa sarana maupun prasarana, baik penanggulangan maupun dampak akibat bencana, baik secara daerah, propinsi, maupun nasional.
2. Bantuan Pendidikan – Bea Siswa Berprestasi Keluarga Tidak Mampu
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) untuk membantu meringankan biaya pendidikan, khususnya bagi anak-berprestasi bidang akademik di sekolahnya dari keluarga tidak kurang mampu.
Pada tahun 2011 program ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2011 yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.  Penerima Bea Siswa ini terdiri dari 45 siswa Sekolah Dasar (9 SD), 45 siswa tingkat SLTP (9 SMP), dan 58 siswa tingkat SLTA (6 SMA dan 6 SMK).
3. Bantuan Pendidikan – Bea Siswa Berprestasi Non Akademik
Program ini diberikan kepada putra-putri karyawan di lingkungan PT INKA (Persero) yang memiliki prestasi akademik di sekolahnya maupun prestasi non akademik, seperti prestasi di bidang olah sains, karya ilmiah, seni, & olah raga, baik tingkat daerah, propinsi, maupun nasional.
Pada tahun 2011 program ini akan dilaksanakan bertepatan dengan puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun PT INKA (Persero).
4. Bantuan Pendidikan – Partisipasi Kegiatan Pendidikan
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) untuk membantu penyelenggaraan kegiatan yang terkait dengan pendidikan.  Wujud kepedulian PT INKA dalam bentuk sponsorship/ partisipasi / memberikan donasi untuk kegiatan antara lain seminar, olimpiade ilmiah, turnamen sekolah, praktek kerja nyata, dsb.
Sampai dengan bulan Agustus 2011 ini, anggaran tahun 2011 telah tersalur untuk 22 event kegiatan pendidikan.
5. Bantuan Keagamaan – Pembangunan & Rehab Masjid / Mushalla
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap lingkungan / masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan mendirikan / rehab tempat peribadatan umum, seperti masjid, mushalla, atau langgar.
Sampai dengan bulan Agustus 2011 ini, dari anggaran tahun 2011 telah tersalur untuk 25 pembangunan/rehab masjid & mushalla.
6. Bantuan Keagamaan – Sunatan Massal
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) untuk membantu mengkhitankan anak-anak dari keluarga tidak mampu atau panti asuhan.
Pada tahun 2011 program ini dianggarkan untuk 70 anak yang akan dilaksanakan bertepatan dengan libur anak sekolah Semester II.
7. Bantuan Keagamaan – Buka Puasa Bersama
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) untuk berbagi kebahagiaan saat berbuka puasa bersama dengan Dhuafa, Panti Asuhan, Pondok Pesantren, Sekolah Luar Biasa, dan anak-anak tidak mampu maupun yatim piatu di lingkungan perusahaan.
Pada tahun 2011 program ini telah dilaksanakan pada saat berbuka puasa Ramadhan 1432 H.  Sebanyak 13 panti asuhan/pondok pesantren/SLB dengan total 700 anak melaksanakan buka puasa bersama dan shalat jamaah Maghrib bersama di Masjid Al-Hadiid INKA.  Dalam kesempatan itu PT INKA memberikan Tali Asih
8. Peningkatan Kesehatan – Pengobatan & Tindak Lanjut Gratis
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap lingkungan masyarakat dalam bidang kesehatan.  Sasaran program ini adalah keluarga tidak mampu.
Pada tahun 2011 anggaran telah dipakai untuk membantu 1 orang anak yang menjalani operasi jantung dan 1 orang yang menjalani operasi mata katarak.
9. Peningkatan Kesehatan – Peningkatan Gizi Balita
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap peningkatan gizi balita agar tercukupi asupan gizinya.
10. Pembagian Sembako
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap masyarakat sekitar INKA, khususnya msyarakat kurang mampu dan masyarakat yang terkena dampak proses produksi PT INKA.
Pada tahun 2011 program ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2011 (seminggu menjelang Lebaran) dengan harapan sembako tersebut bermanfaat bagi si penerima saat merayakan hari raya.  Sembako yang dibagikan sebanyak 350 paket masing-masing terdiri dari 5 kg beras, 2 kg gula, 2 liter minyak goring, 225 ml kecap, dan   5 pack mie instan.
11. Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap masyarakat untuk memiliki rumah yang layak sebagai tempat tinggal.
Pada tahun 2011 program ini dianggarkan sebanyak 6 rumah yang akan direhab yang pelaksanaannya pada akhir September 2011.
12. Peduli Lingkungan Hidup
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap permasalahan lingkungan hidup, seperti permasalahan selokan, sampah, reboisasi,dsb.
Kita berharap program CSR ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga di lingkungan sekitar PT INKA (Persero) sehingga dapat mencegah dampak sosial yang kontra produktif.  Semoga program ini dapat memberikan dampak positif dan kemudahan bagi kelangsungan hidup PT INKA (Persero).

http://www.inka.co.id/?page_id=25


CSR yang dilakukan oleh PT INKA

Corporate Social Responsibility atau yang biasa dikenal dengan sebutan CSR adalah suatu bentuk program perusahaan yang berkaitan dengan tanggung jawab atau suatu wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.  Kelangsungan hidup perusahaan tidak cukup hanya ditentukan oleh banyaknya profit yang dapat dihimpun oleh perusahaan dalam setiap tahunnya.  Lingkungan / masyarakat juga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan, tergantung dari tingkat sensitifitas lingkungan / masyarakat tersebut terhadap perusahaan.  Manajemen perusahaan harus peka terhadap tingkat sensitifitas lingkungannya.  Kepedulian dan kepekaan manajemen perusahaan terhadap hal-hal yang terkait dengan lingkungan atau masyarakat di sekitar perusahaan akan sangat membantu dalam menjaga kelangsungan hidup perusahaan.  CSR harus dilaksanakan secara efektif guna mencegah terjadinya benturan kepentingan antara perusahaan dengan lingkungannya.  Pengelolaan CSR yang tidak tepat sangat berpotensi menimbulkan konflik antaranya perusahaan dengan linkungan / masyarakat.  Hal ini tentu sangat tidak diinginkan oleh perusahaan karena akan menimbulkan Social Cost yang tinggi, yang pada akhirnya akan mengganggu terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
Dalam menjalankan fungsi CSR, PT INKA (Persero) telah menetapkan program-program sebagai berikut :
1. Bantuan Bencana Alam.
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap hal-hal yang terkait dengan bencana alam.  Bantuan dapat berupa sarana maupun prasarana, baik penanggulangan maupun dampak akibat bencana, baik secara daerah, propinsi, maupun nasional.
2. Bantuan Pendidikan – Bea Siswa Berprestasi Keluarga Tidak Mampu
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) untuk membantu meringankan biaya pendidikan, khususnya bagi anak-berprestasi bidang akademik di sekolahnya dari keluarga tidak kurang mampu.
Pada tahun 2011 program ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2011 yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.  Penerima Bea Siswa ini terdiri dari 45 siswa Sekolah Dasar (9 SD), 45 siswa tingkat SLTP (9 SMP), dan 58 siswa tingkat SLTA (6 SMA dan 6 SMK).
3. Bantuan Pendidikan – Bea Siswa Berprestasi Non Akademik
Program ini diberikan kepada putra-putri karyawan di lingkungan PT INKA (Persero) yang memiliki prestasi akademik di sekolahnya maupun prestasi non akademik, seperti prestasi di bidang olah sains, karya ilmiah, seni, & olah raga, baik tingkat daerah, propinsi, maupun nasional.
Pada tahun 2011 program ini akan dilaksanakan bertepatan dengan puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun PT INKA (Persero).
4. Bantuan Pendidikan – Partisipasi Kegiatan Pendidikan
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) untuk membantu penyelenggaraan kegiatan yang terkait dengan pendidikan.  Wujud kepedulian PT INKA dalam bentuk sponsorship/ partisipasi / memberikan donasi untuk kegiatan antara lain seminar, olimpiade ilmiah, turnamen sekolah, praktek kerja nyata, dsb.
Sampai dengan bulan Agustus 2011 ini, anggaran tahun 2011 telah tersalur untuk 22 event kegiatan pendidikan.
5. Bantuan Keagamaan – Pembangunan & Rehab Masjid / Mushalla
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap lingkungan / masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan mendirikan / rehab tempat peribadatan umum, seperti masjid, mushalla, atau langgar.
Sampai dengan bulan Agustus 2011 ini, dari anggaran tahun 2011 telah tersalur untuk 25 pembangunan/rehab masjid & mushalla.
6. Bantuan Keagamaan – Sunatan Massal
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) untuk membantu mengkhitankan anak-anak dari keluarga tidak mampu atau panti asuhan.
Pada tahun 2011 program ini dianggarkan untuk 70 anak yang akan dilaksanakan bertepatan dengan libur anak sekolah Semester II.
7. Bantuan Keagamaan – Buka Puasa Bersama
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) untuk berbagi kebahagiaan saat berbuka puasa bersama dengan Dhuafa, Panti Asuhan, Pondok Pesantren, Sekolah Luar Biasa, dan anak-anak tidak mampu maupun yatim piatu di lingkungan perusahaan.
Pada tahun 2011 program ini telah dilaksanakan pada saat berbuka puasa Ramadhan 1432 H.  Sebanyak 13 panti asuhan/pondok pesantren/SLB dengan total 700 anak melaksanakan buka puasa bersama dan shalat jamaah Maghrib bersama di Masjid Al-Hadiid INKA.  Dalam kesempatan itu PT INKA memberikan Tali Asih
8. Peningkatan Kesehatan – Pengobatan & Tindak Lanjut Gratis
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap lingkungan masyarakat dalam bidang kesehatan.  Sasaran program ini adalah keluarga tidak mampu.
Pada tahun 2011 anggaran telah dipakai untuk membantu 1 orang anak yang menjalani operasi jantung dan 1 orang yang menjalani operasi mata katarak.
9. Peningkatan Kesehatan – Peningkatan Gizi Balita
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap peningkatan gizi balita agar tercukupi asupan gizinya.
10. Pembagian Sembako
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap masyarakat sekitar INKA, khususnya msyarakat kurang mampu dan masyarakat yang terkena dampak proses produksi PT INKA.
Pada tahun 2011 program ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2011 (seminggu menjelang Lebaran) dengan harapan sembako tersebut bermanfaat bagi si penerima saat merayakan hari raya.  Sembako yang dibagikan sebanyak 350 paket masing-masing terdiri dari 5 kg beras, 2 kg gula, 2 liter minyak goring, 225 ml kecap, dan   5 pack mie instan.
11. Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap masyarakat untuk memiliki rumah yang layak sebagai tempat tinggal.
Pada tahun 2011 program ini dianggarkan sebanyak 6 rumah yang akan direhab yang pelaksanaannya pada akhir September 2011.
12. Peduli Lingkungan Hidup
Program ini sebagai wujud kepedulian PT INKA (Persero) terhadap permasalahan lingkungan hidup, seperti permasalahan selokan, sampah, reboisasi,dsb.
Kita berharap program CSR ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga di lingkungan sekitar PT INKA (Persero) sehingga dapat mencegah dampak sosial yang kontra produktif.  Semoga program ini dapat memberikan dampak positif dan kemudahan bagi kelangsungan hidup PT INKA (Persero).


Kamis, 30 Mei 2013

Pengertian Laporan, Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah dan Topik Penelitian Yang Sedang Dijalani

Laporan adalah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau kelompok orang setelah menyelesaikan tugas yang diberikan. Laporan berfungsi sebagai: 1) alat pertanggungjawaban secara tertulis, 2) alat pendokumentasian data, 3) alat studi banding, 4) alat pengambilan keputusan, dan 5) melatih berpikir sistematis.


A. Laporan Formal
 Laporan formal terdiri dari:
 1. Bagian Pendahuluan
 Bagian pendahuluan terdiri dari:
 a. Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
 b. Halaman pengesahan (jika perlu)
 c. Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
 d. Halaman persembahan (jika perlu)
 e. Kata pengantar
 f. Daftar isi
 g. Daftar tabel (jika ada)
 h. Daftar gambar (jika ada)
 i. Daftar grafik (jika ada)
 j. Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)
 2. Bagian Isi
 Uraian singkat tentang bagian ini:
 a. Bab I: Pendahuluan
 1) Latar belakang
 2) Identifikasi masalah
 3) Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
 4) Rumusan masalah
 5) Tujuan dan manfaat
 b. Bab II: Kajian pustaka
 c. Bab III: Metode penelitian
 d. Bab IV: Pembahasan
 e. Bab V: Penutup
 3. Bagian Penutup
 a. Daftar pustaka
 b. Daftar lampiran
 c. Indeks atau daftar istilah
B. Laporan Informal
 1. Laporan kunjungan, berisi:
 a. Judul laporan
 b. Tujuan
 c. Waktu pelaksanaan
 d. Hasil yang diperoleh
 2. Laporan percobaan, berisi:
 a. Judul percobaan
 b. Pelaksanaan (waktu dan tempat)
 c. Urusan kerja
 d. Data yang diperoleh
 e. Kesimpulan
 3. Laporan diskusi, berisi:
 a. Topik
 b. Moderator
 c. Penyaji
 d. Jumlah peserta
 e. Masalah yang dibicarakan
 f. Pemecahan masalah
 g. Kesimpulan
Jenis-jenis ilmiah

Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi  dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk  menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.
Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain.  Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
Kertas Kerja
Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif.Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.
Makalah
Lazimnya, makalah dibuat melalui kedua cara berpikir tersebut. Tetapi, tidak menjadi soal manakala disajikan berbasis berpikir deduktif (saja) atau induktif (saja). Yang penting, tidak berdasar opini belaka.
Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya, makalah yang dibuat oleh ilmuwan dibanding skripsi mahasiswa.
Makalah mahasiswa lebih kepada memenuhi tugas-tugas pekuliahan. Karena itu, aturannya tidak seketad makalah para ahli. Bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan tanpa menandemnya dengan kenyataan lapangan. Makalah lazim dibuat berdasrakan kenyatan dan kemudian ditandemkan dengan tarikan teoritis; mengabungkan cara pikir deduktif-induktif atau sebaliknya. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling sederhana.
Topik dalam penelitian yang saya lakukan dengan adanya “Penulisan Ilmiah” di semester 6 dan wajib untuk seluruh mahasiswa, yaitu “Pengaruh Laba Bersih Setelah Pajak Pada PT.UNILEVER INDONESIA, Tbk” dengan jurusan manajemen, alasan saya memilih topik ini karena tertarik untuk meneliti karyawan yang ada di sebuah perusahaan tertentu dengan memperhatikan kepuasan kerja mereka sehingga mempengaruhi kinerja mereka di masa yang akan datang dan saya juga senang di belajar di bidang Sumber Daya Manusia, sehingga saya memilih topik yang saya ajukan untuk sidang nantinya
Sumber : 
Sumber Gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbjbGcQ01Nc4QRJ1WUYv1347z13dLt-ukprx45gJFbZuK2XX8peYLZDYZKeVlSZCxu9f_6VEtDDq2YqvK_CMO6bA9NAKQNJnwrXcktphPHeUA0io1cjSNldkxV699sQXaAF4wwoOptwk8/s320/G3-1-723446.jpg
http://strategika.files.wordpress.com/2011/04/library_books.jpg?w=720

Selasa, 23 April 2013

pengertian karangan ilmiah


PENGERTIAN KARYA ILMIAH DAN BAGIAN-BAGIANNYA

>> Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

>> Tujuan Karya Ilmiah

Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

>> Manfaat Karya Ilmiah

Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
Memperoleh kepuasan intelektual;
Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

>> Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Secara umum, sebuah karya ilmiah terbagi dalam tiga bagian besar. Bagian yang dimaksud ialah pendahuluan, isi, dan pembahasan. Namun terlebih dahulu kita bahas tentang bagian pembuka dalam penulisan suatu karya ilmiah yaitu, berupa :

-> Cover                                : berisi halaman judul dan keterangan data diri penulis

-> Halaman pengesahan  : berisi lembar pengesahan

-> Abstraksi                          : suatu bagian uraian yang sangat singkat, jarang lebih panjang dari  enam atau delapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada para pembaca aspek-aspek mana yang dibicarakan.

-> Kata pengantar                 : berisi ucapan terima kasih atas terselesaikannya penulisan

-> Daftar isi                             : lembaran berisi nomor halaman setiap bagian

-> Ringkasan isi                    : berisi resume dari objek penulisan



Pada bagian pendahuluan memuat :
Latar belakang masalah : Pada bagian ini, penulis harus menguraikan apa yang menjadi ketertarikannya pada objek yang diteliti. Menjelaskan tentang alasan dasar dari penulisan yang sedang diteliti. Dan keterangan dari suatu penulisan. Tidak jarang, sebuah makalah atau skripsi mendapat sambutan hangat karena membahas topik-topik yang sedang hangat. Satu aspek lain yang perlu dikemukakan pada bagian ini ialah tinjauan pustaka. Peneliti perlu menyertakan beberapa penelitian yang relevan dengan topik yang dikerjakan. Hal ini dilakukan agar memperjelas pembaca bahwa penelitian yang dilakukan bukan mengulangi berbagai penelitian lainnya.
Perumusan dan Pembatasan masalah : Dari fenomena yang menarik perhatian, penulis harus secara eksplisit mengemukakan masalah yang hendak dibahas. Sebab pada bagian latar belakang, masalah yang hendak dibahas biasanya tidak dikemukakan secara eksplisit. Meski demikian, masalah yang hendak dibahas atau diteliti itu masih harus dibatasi lagi. Hal ini dilakukan agar pembahasan tidak terlalu luas kepada aspek-aspek yang jauh dari relevan. Selain itu, pembatasan masalah penelitian juga akan menolong dalam hal efektivitas penulisan karya ilmiah.
Tujuan Penelitian : Dalam tujuan penelitian atau penulisan, dikemukakan usaha-usaha dan hasil-hasil yang telah dicapai penulis secara garis besar. Karya ilmiah bertujuan menyampaikan pandangan atau penilaian penulis tentang topik yang telah diteliti, tujuan umumnya mengemukakan hipotesis penelitian dan penilaian penulis sesudah penelitian.
Manfaat Penelitian : Manfaat penelitian dapat diuraikan secara umum dan khusus. Misalnya, untuk kepentingan praktis, bidang keilmuan atau bidang profesi penulis, atau untuk kepentingan kelompok.


Pada bagian isi memuat :
    a)  Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
Pembahasan teori : Pada bagian ini, penulis memuat teori-teori yang berkaitan dengan objek penulisan yang diteliti.
Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan : Penulis memuat pemikiran-pemikiran para ahli yang terdahulu dan juga memuat berbagai argumentasi atau pendapat keilmuan berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh para ahli.
Pengajuan hipotesis : Penulis merumuskan anggapan dasar dari permasalahan yang akan dibahas pada karya ilmiah yang bersangkutan, dan kemudian di uji atau di buktikan kebenarannya dengan teori atau argumentasi yang bersangkutan dengan penulisan yang diteliti.
    b)  Metodologi penelitian
Cara atau sistem yang digunakan pada penelitian agar terbukti atau teruji dengan benar penelitian yang diteliti. Biasanya metodologi penelitian memuat :

Waktu dan tempat penelitian
Metode dan rancangan penelitian ( model yang digunakan pada penelitian )
Populasi dan sampel yang akan di uji berdasarkan objek penelitian.
Instrumen penelitian ( alat yang digunakan pada penelitian )
Pengumpulan data dan analisis data
Pengumpulan data dapat dilakukan melalui penelitian survey atau dengan menyusun kuesioner yang memuat berbagai pertanyaan dari beberapa sampel yang akan di uji. Setelah melakukan pengumpulan data selanjutnya akan di analisa.

Pada bagian pembahasan memuat :                                                                                                
     -> Hasil Penelitian yang dijabarkan sebagai berikut :
Jabaran varibel penelitian : berisi tentang penjabaran dari variabel data yang di teliti. Biasanya dapat berbentuk table atau grafik.
Hasil penelitian : Bagian ini penulis mengungkapkan hasil penelitian yang telah di teliti. Hasil penelitiannya bisa dibuat dalam bentuk penjabaran atau penjelasan dari variabel data yang telah dibuat ataupun dilampirkan. Hasil penelitian ini tentunya didasarkan pada teori yang ada pada bagian pembahasan teori dan kerangka pemikiran dari para ahli.
Diskusi penelitian : mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
 >> Bagian terakhir dari sistematika penulisan karya ilmiah adalah bagian penutup yang memuat :

-> Kesimpulan           : berisi ringkasan secara garis besar dari hasil penelitian yang diteliti.
-> Saran                      : berisi masukan atau pendapat dari hasil penulisan karya ilmiah demi  kesempurnaan suatu penulisan.
>> Dan ada bagian penunjang yang memuat :
-> Daftar pustaka, berisi tentang refensi-refensi yang digunakan penulis sebagai bahan dasar penulisan karya ilmiah. Biasanya dari buku ataupun website.
-> Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian
-> Daftar Tabel

Pengertian Penalaran Induktif :
 :
Menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah, 2007 : 14) istilah penalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :
1. Cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berpikir logis.
2. Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
3. Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.
Sedangkan menurut Shurter dan Pierce (dalam Shofiah, 2007 : 14) penalaran induktif adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus.
Lalu menurut Suriasumantri (dalam Shofiah, 2007 :15) penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang umum atau dasar pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Artinya,dari fakta-fakta yang ada dapat ditarik suatu kesimpulan.
Kesimpulan umum yang diperoleh melalui suatu penalaran induktif ini bukan merupakan bukti. Hal tersebut dikarenakan aturan umum yang diperoleh dari pemeriksaan beberapa contoh khusus yang benar, belum tentu berlaku untuk semua kasus.
Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi. Menurut Jacob (dalam Shofiah, 2007 :15), hal ini berdasarkan bahwa penalaran induktif terbagi menjadi dua macam, yaitu generalisasi dan analogi.
• Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.
• Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
Macam – macam generalisasi :
·         Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
·         Generalisasi tidak sempurana
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
Pengertian Penalaran Deduktif:
Menurut Shurter dan Pierce (dalam Shofiah, 2007 : 14) Penalaran deduktif adalah cara menarik kesimpulan khusus dari hal-hal yang bersifat umum.
Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan   (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya : 
a.      Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan. 
b.      Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Senin, 05 November 2012

tugas perilaku konsumen 2

<iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/15044223" width="427" height="356" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" style="border:1px solid #CCC;border-width:1px 1px 0;margin-bottom:5px" allowfullscreen webkitallowfullscreen mozallowfullscreen> </iframe> <div style="margin-bottom:5px"> <strong> <a href="http://www.slideshare.net/widhifebrianto/chepy" title="Chepy" target="_blank">Chepy</a> </strong> from <strong><a href="http://www.slideshare.net/widhifebrianto" target="_blank">widhifebrianto</a></strong> </div>